Jumat, 27 Mei 2016

Flora dan Fauna Khas Kalimantan Barat.



Flora dan Fauna Khas Kalimantan Barat.

Flora dan Fauna Khas Provinsi Kalimantan Barat adalah Pohon Tengkawang (Shorea spp) sebagai Flora Khas Kalimantan Barat dan Enggang gading (Buceros/rhinoplax vigil)  sebagai Fauna Khas Kalimantan Barat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDpLOiEC5UPOCsMBIiChGqIDqGv8A4cl_DU6SVBQvwhtnxNcTeVZnXSLqXejAM29orhgQpEOSHNbAuM2CMULLTdPilrP3exgUqfvr0WR01lXjnesbqGyoRaUaTVhlpkGj2pWa4ZWX1cKY/s640/enggang-yang-terancam-punah.jpg

Tengkawang Flora Identitas Kalimantan Barat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSJqog5SPtSe50MddeUpu7RBLFwSPeLYtCcoMy1iZCFaqQD9T4a1dRl2iruF2EHuX3FMPa0ChqCue3Qa7YixtcV4buFleRkYC-5EbbzBGAIeUmpNVqdwCKhBomYkX-48LzQ2i0CkGVgtQ/s200/pohon-tengkawang.jpg
Tengkawang (Shorea spp.) adalah nama buah dan pohon dari genus Shoreayang buahnya menghasilkan minyak nabati. Pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera. Dalam bahasa Inggris, flora (tanaman) langka ini dikenal sebagaiIllepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies (13 diantaranya dilindungi dari kepunahan) ini menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Barat. Pohon Tengkawang yang termasuk dalam golongan kayu kelas tiga (umumnya digolongkan sebagai Meranti Merah) mempunyai ciri-ciri khas dengan pohon yang tinggi besar, mempunyai banyak cabang dan berdaun rimbun. Uniknya tanaman ini tidak tiap tahun berbuah. Tumbuhan ini hanya berbuah sekali dalam periode antara 3-7 tahun yang terjadi sekitar bulan Juni – Agustus. Mungkin lantaran masa berbuahnya yang tidak setiap tahun inilah yang menyebabkan orang jarang yang membudidayakan tumbuhan ini. Pohon Tengkawang yang menjadi maskot Kalimantan Barat ini hampir seluruhnya hidup liar di hutan-hutan.  Bahkan di hutanpun mulai terancam kepunahan.Buah Tengkawang menghasilkan minyak lemak yang berharga tinggi. Minyak Tengkawang dihasilkan dari biji Tengkawang yang telah dijemur hingga kering kemudian ditumbuk dan diperas hingga keluar minyaknya. Secara tradisional, minyak Tengkawang digunakan untuk memasak, penyedap masakan dan untuk ramuan obat-obatan. Dalam dunia industri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak coklat, bahan farmasi dan kosmetika. Pada masa lalu tengkawang juga dipakai dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas dan sebagainya. Minyak tengkawang juga dikenal sebagai green butter

1 komentar: